Terima Kasih. Maaf. Selamat Tinggal

Siang itu cukup terik. Ya, beberapa waktu belakangan ini cuaca ibukota memang sulit untuk ditebak. Mudah berubah dengan sangat drastis.
Saya terburu-buru menaiki kendaraan umum yang berhenti di hadapan saya, tidak terlalu padat. Ikatan dasi saya longgarkan, untuk sekedar memperlancar aliran darah di bagian leher saya.
Saya duduk di bagian depan. Kondektur mulai menagihkan ongkos. Damn, saya tidak membawa uang kecil. Yang ada hanya beberapa lembar uang 50 ribuan yang memang baru saya ambil dari ATM. Kondektur jelas menolak uang saya karena memang tidak ada kembaliannya. Saya bingung.
Penumpang di samping saya memahami kondisi saya. Segera saja uang Rp 1.500 keluar dari kantong kemejanya, dan dibayarkan. Saya sempat terdiam, untuk selanjutnya tersadar dan mengucapkan terima kasih.
Dunia masih ada orang baik, yang mau memberikan sesuatu ikhlas dan tanpa pamrih, walau untuk orang yang tidak dikenalnya.
Terima kasih Mas Syaichu.
*****
Saya kurang beruntung karena tidak mendapatkan tempat duduk di bis yang saya tumpangi. Tapi saya tidak sendiri.
Bis berjalan dengan cukup kencang, di jalan yang cukup ramai ini. Tangan saya masih bisa meraih pegangan tangan yang tergantung, tetapi tidak demikian halnya dengan seorang perempuan di samping saya. Dengan keras ia berusaha untuk mempertahankan posisi berdirinya agar stabil.
Bis berhenti mendadak, dan tak bisa dihindari, perempuan tersebut sedikit tersuruk, ke arah saya, ia menginjak sepatu saya.
Berkali-kali kata maaf diucapkan, saya tersenyum dan bisa memaklumi kondisi tersebut.
Maaf, salah satu kata yang kadang teramat sulit untuk diucapkan.
*****
7 tahun dan saya harus memutuskan untuk berhenti. Bukan perkara mudah, apalagi karakter saya telah terbentuk dan banyak hal yang membuat saya kerasan dengan kondisi saat ini.
Memang kondisi perlahan namun pasti bisa berubah. Ibarat burung, mungkin saya telah memasuki tahap untuk membentangkan sayap, menjelajahi angkasa yang terbentang sangat luas. Meninggalkan, tetapi tidak melupakan banyak hal yang saya sayangi.
God, they’re all really love and care about me.
Selamat tinggal. Sampai jumpa lagi.



June 25th, 2007 at 2:15 pm
Selamat tinggal..
2 kata yang pasti kalo aku yang ucapin gak bisa gak pasti nangis..
July 2nd, 2007 at 1:01 pm
kok seperti lagunya mbak KD yah? hehehe
July 4th, 2007 at 6:45 am
Ya sudah nggak usah disesali dan ditangisi
Kan demi hidup yang lebih hidup to..?
Tetap semangat, Mas!
July 6th, 2007 at 5:37 am
Just spread your wings and fly :).
I’ll see you above.
July 27th, 2007 at 6:57 am
cerita ke-2 kek adegan2 bak sinetron saja..hihihi